Gorontalo

Bungkam Soal Video Dugaan Gratifikasi ,Paguyuban Mahasiswa Datangi Mapolda Gorontalo

204
×

Bungkam Soal Video Dugaan Gratifikasi ,Paguyuban Mahasiswa Datangi Mapolda Gorontalo

Sebarkan artikel ini

KOORDINAT.CO,GORONTALO – Belum adanya pernyataan resmi terkait video dugaan gratifikasi yang diduga berkaitan dengan kasus tambang ilegal dan barang bukti 19 alat berat di Kab.Pohuwao, puluhan masa aksi gelar unjuk rasa di depan Mapolda Gorontalo.

Masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Paguyuban Se-Provinsi Gorontalo itu menuntut Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. Angesta Romano Yoyol,.MM untuk mengklarifikasi soal beredarnya video dugaan pemberian uang 700 juta dari salah satu pengusaha. Jumat Sore (10/11/2023).

Artikel Terkait :  Respon Bencana Nasional, Kejari Kabupaten Gorontalo, Pemda dan PMI Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Melalui orasinya, Koordinator Lapangan, Jasmin Dalanggo meminta agar Kapolda Gorontalo segera menyampaikan klarifikasi ke publik perihal video yang beredar tersebut.

“Jika tidak segera diklarifikasi maka sama halnya membiarkan opini negatif terhadap institusi penegak hukum,dan bisa jadi dugaan pemberian sejumlah uang itu adalah benar adanya.”

Menurutnya,saat ini penegakkan hukum di Provinsi Gorontalo tidak sedang baik baik saja dengan masih maraknya kasus tambang ilegal dan Batu hitam serta misteri bungkamnya pihak Polda Gorontalo sama halnya sedang membangun ketidak percayaan publik terhadap institusi tersebut.

Artikel Terkait :  Wakil Bupati Suharsi Igirisa Sambut Penuh Rasa Syukur Rombongan Jamaah Hj Asal Provinsi Gorontalo

“Selama tidak ada klarifikasi dari Kapolda Gorontalo atas video yang beredar maka mahasiswa tidak percaya lagi terhadap institusi kepolisian,Jika tidak benar pemberian sejumlah uang itu, maka silakan tangkap siapa saja orang yang telah mencemarkan nama Kapolda Gorontalo. Ketika masalah ini tidak selesai maka akan terus ada unjuk rasa di depan Polda”, ujar Jasmin.

Artikel Terkait :  Dalam Kasus Mobil Lelang,JBA Manado dan Samsat Kab.Gorontalo Berbeda Pendapat

“Terlalu banyak masalah yang diduga melibatkan oknum kepolisian di wilayah Provinsi Gorontalo, entah itu di Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango. Olehnya ini harus diselesaikan oleh Kapolda, karena dalang maraknya kejahatan di Gorontalo khususnya tambang ilegal dan batu hitam disebabkan diamnya aparat penegak hukum”, Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *