Hukum dan KriminalNews Analiysis

Masifnya Penyelundupan Sianida di Gorontalo Utara, Ada Hubungannya dengan Tambang Ilegal?

75
×

Masifnya Penyelundupan Sianida di Gorontalo Utara, Ada Hubungannya dengan Tambang Ilegal?

Sebarkan artikel ini

GORONTALO UTARA, Koordinat.co — Maraknya pengungkapan penyelundupan sianida dalam jumlah besar melalui wilayah Gorontalo Utara mulai memunculkan pertanyaan mengenai tujuan akhir bahan kimia berbahaya tersebut.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kemungkinan kaitannya dengan aktivitas pertambangan emas ilegal atau Pertambangan Tanpa Izin (PETI).

Sepanjang 2026, aparat beberapa kali menggagalkan masuknya sianida melalui jalur laut Gorontalo Utara. Pada April 2026, Polda Gorontalo mengungkap sekitar 1,9 ton sianida yang diduga berasal dari Filipina.

Kemudian pada September 2026, Lanal Gorontalo bersama instansi terkait kembali menggagalkan masuknya sekitar 3 ton sianida asal Filipina. Tidak lama berselang, aparat gabungan kembali mengungkap sekitar 4,1 ton sianida di wilayah Tolinggula, Gorontalo Utara.

Artikel Terkait :  Terungkap Modus Baru Penyeludupan Batu Hitam di Pelabuhan Anggrek ,Kapolres Gorut  Bungkam

Jumlah tersebut menunjukkan peredaran sianida yang berhasil digagalkan aparat mencapai berton-ton.

Dugaan kaitannya dengan pertambangan ilegal juga pernah disampaikan aparat. Komandan Lanal Gorontalo Letkol Marinir Andi Arif Mangkubumi menyebut dugaan sementara tiga ton sianida yang diamankan pada September akan dipasok untuk aktivitas pertambangan ilegal di Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Sianida sendiri diketahui dapat digunakan dalam proses pengolahan emas untuk memisahkan emas dari material batuan.

Artikel Terkait :  Pelaku Tabrak Lari Nenek di Kota Gorontalo, Warga Telaga Biru

Namun, keberadaan sianida dalam jumlah besar belum otomatis membuktikan bahwa seluruh barang tersebut akan digunakan untuk pertambangan ilegal. Hal itu masih membutuhkan pembuktian melalui proses penyelidikan dan penyidikan.

Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah siapa pemesan dan penerima akhir dari sianida dalam jumlah berton-ton tersebut?

Jika benar bahan tersebut diperuntukkan bagi aktivitas tambang ilegal, penelusuran dinilai penting untuk mengetahui pihak yang membiayai, memesan, mendistribusikan hingga lokasi yang akan menggunakan sianida tersebut.

Pengungkapan kasus juga diharapkan tidak hanya berhenti pada orang-orang yang bertugas membawa atau menjemput barang.

Artikel Terkait :  Kembali Berulah ,SPBU Sudirman Diduga Timbun BBM Subsidi  Dua Truck Berhasil Diamankan

Sebab, berulangnya penyelundupan dengan jumlah besar dapat menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan distribusi yang lebih luas.

Dengan demikian, dugaan hubungan antara penyelundupan sianida dan aktivitas pertambangan emas ilegal di Gorontalo harus dibuktikan melalui penelusuran rantai distribusi hingga ke pemesan dan penerima akhirnya.

Masifnya pengungkapan sianida di Gorontalo Utara akhirnya menyisakan pertanyaan yang belum sepenuhnya terjawab:

Berton-ton sianida itu sebenarnya dipesan oleh siapa dan akan digunakan di mana?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *