DaerahPohuwato

Lahan Tidur 2 Hektare di Motolohu Mulai Ditanami Padi

71
×

Lahan Tidur 2 Hektare di Motolohu Mulai Ditanami Padi

Sebarkan artikel ini

Kab.Pohuwato – Lahan tidur seluas sekitar 2 hektare di Desa Motolohu, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, mulai dimanfaatkan kembali untuk pertanian. Lahan yang sebelumnya dipenuhi rerumputan dan pohon-pohon besar tersebut kini ditanami padi melalui gerakan tanam padi dalam program PM-AAS.

Penanaman perdana ditinjau langsung Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga bersama Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Aleg DPRD Pohuwato Abdul Hamid Sukoli, mantan Kepala Dinas Pertanian Pohuwato Kamri Alwi, Camat Randangan Saharudin Saleh, Tim Ahli Bupati, unsur TNI, serta kelompok tani Desa Motolohu, Kamis (20/8/2026).

Artikel Terkait :  Ketua DPRD Beni Nento Buka STQH XI Tingkat Kabupaten Pohuwato

Bupati Saipul mengatakan, lahan tersebut sebelumnya tidak dapat dikelola masyarakat karena kondisinya telah menjadi lahan tidur. Pemanfaatan kembali mulai dilakukan setelah saluran irigasi di kawasan tersebut kembali berfungsi.

“Lokasi ini tadinya tidak termanfaatkan dan menjadi lahan tidur. Setelah saluran irigasi aktif, lahan yang sebelumnya dipenuhi rerumputan dan pohon-pohon besar ini mulai dikelola masyarakat bersama pemerintah, dengan bantuan jajaran Kodim 1313 Pohuwato,” kata Saipul.

Menurutnya, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Sejumlah lahan yang sebelumnya dikembangkan bahkan telah memasuki dua hingga tiga kali masa panen.

Artikel Terkait :  Respon Bencana Nasional, Kejari Kabupaten Gorontalo, Pemda dan PMI Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Pemerintah daerah pun terus mendorong pembukaan lahan baru yang masih berada dalam satu hamparan. Dari sekitar 50 hektare lahan tidur di kawasan tersebut, sebagian mulai dimanfaatkan secara bertahap.

“Lahan baru ini sekitar 2 hektare dan mulai dilakukan penanaman perdana saat ini. Keseluruhan lahan tidur di lokasi ini sekitar 50 hektare,” ujarnya.

Saipul mengatakan, pengembangan lahan tersebut menjadi bagian dari upaya mengejar target program cetak sawah di Kabupaten Pohuwato yang mencapai 5.000 hektare.

Artikel Terkait :  Bupati Pohuwato Buka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Tahun 2026

Ia berharap kehadiran Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia dapat memperkuat dukungan terhadap program tersebut, terutama melalui jejaring di tingkat pemerintah pusat.

Selain sarana produksi pertanian, pemerintah daerah juga menilai ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi kebutuhan penting bagi petani.

Dukungan alsintan dinilai dapat membantu mempercepat pengelolaan lahan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian, sejalan dengan target perluasan areal persawahan di Kabupaten Pohuwato.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *