BeritaPohuwato

Pemkab Pohuwato Siapkan Maulid Nabi 1448 H, Tradisi Turunani dan Dikili Tetap Dipertahankan

77
×

Pemkab Pohuwato Siapkan Maulid Nabi 1448 H, Tradisi Turunani dan Dikili Tetap Dipertahankan

Sebarkan artikel ini

POHUWATO – Pemerintah Kabupaten Pohuwato bersama Lembaga Adat Pohuwato mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang berlangsung di Rumah Adat Pohuwato, Rabu (19/8/2026). Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Pohuwato Iskandar Datau, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Zulkifli Umar.

Hadir dalam rapat tersebut Ketua Lembaga Adat Pohuwato Kisman Mooduto, Hakimu Pohuwato Wisno Pakaya, perangkat adat, sekretaris OPD, serta para camat se-Kabupaten Pohuwato.

Dalam rapat disepakati pelaksanaan Maulid Nabi tahun ini tetap mengacu pada tradisi tahun sebelumnya. Perayaan akan dipusatkan di Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato dan dilaksanakan secara bersamaan dengan masjid-masjid besar di tingkat kecamatan.

Artikel Terkait :  Ketua Komisi 1 DPRD Kab. Pohuwato Soroti Dugaan Penganiayaan Oknum Polri-TNI Kepada Wanita Hamil

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026, juga akan dirangkaikan dengan tradisi Gorontalo berupa turunani, yang dikenal pula sebagai surunani atau sulunami.

“Karena di Gorontalo dilaksanakan dua perayaan, yakni secara nasional dan tradisional, maka perayaannya dimulai sejak sore hari dengan tradisi turunani,” kata Iskandar.

Turunani merupakan seni tradisi lisan bernuansa Islam yang berisi lantunan syair berbahasa Arab dan diiringi tabuhan rebana. Tradisi ini menjadi salah satu bagian penting dalam perayaan Maulid Nabi di Gorontalo.

Setelah turunani, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan perayaan secara nasional dan tradisional melalui dikili atau zikir.

Artikel Terkait :  Dugaan Maladministrasi RSUD Bumi Panua,Aktivis Minta Evaluasi Kinerja Direktur dan Jajarannya

Iskandar meminta pelaksanaan turunani dan dikili di masjid-masjid besar kecamatan dilakukan secara bersamaan. Dengan demikian, para pezikir tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi dapat mengikuti rangkaian Maulid di wilayah masing-masing.

Untuk jajaran OPD, pemerintah daerah juga meminta persiapan walima dan toyopo tetap mengacu pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Setiap OPD diharapkan menyiapkan walima dan toyopo yang dihias serta diisi dengan berbagai kue tradisional Gorontalo.

“Kami berharap kepada sekretaris atau yang mewakili pimpinan agar keputusan bersama ini dapat segera dilaporkan. Waktu yang tersisa menjadi perhatian kita bersama, karena pada Selasa depan walima dan toyopo sudah harus berada di Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato,” tegas Iskandar.

Artikel Terkait :  Suara Penambang Gorontalo  Akan Menggema Pasca Lebaran Ketupat

Menurutnya, Maulid Nabi bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang dan meneladani Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Tugas kita saat ini adalah melanjutkan tradisi ini agar tetap menjadi bagian dari kehidupan generasi Islam di masa yang akan datang,” ujarnya.

Iskandar juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, lembaga adat, ASN, serta masyarakat untuk bersama-sama menyemarakkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di wilayah masing-masing.

Khusus ASN, ia meminta agar dapat hadir bersama dalam pelaksanaan Maulid di Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *