BeritaGorontalo

Yayasan Kumala Vazza Serahkan Pupuk Organik Hasil Olahan Limbah Dapur MBG kepada Petani Sayur

16
×

Yayasan Kumala Vazza Serahkan Pupuk Organik Hasil Olahan Limbah Dapur MBG kepada Petani Sayur

Sebarkan artikel ini

Kami ingin membuktikan bahwa limbah dapur MBG bukan sekadar sampah. Dengan pengelolaan yang baik, limbah tersebut dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi petani. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan program yang ramah lingkungan dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat,”

Koordinat.co, Kabupaten Gorontalo – Yayasan Kumala Vazza menyerahkan bantuan pupuk organik hasil pengolahan limbah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada petani sayur di Desa Ulapato, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Jumat (10/7/2026).

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Sri Muliyati Thaib selaku perwakilan Yayasan Kumala Vazza, didampingi Zulkifli Taluhumala, Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Gorontalo, serta Anjani Eka Putri Ismail, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Telaga Biru.

Pupuk organik yang disalurkan merupakan hasil pengolahan limbah organik dari dapur MBG yang dikelola secara mandiri oleh Yayasan Kumala Vazza. Limbah berupa sisa sayuran dan bahan pangan lainnya diolah melalui proses fermentasi hingga menjadi pupuk organik yang siap dimanfaatkan oleh petani.

Artikel Terkait :  Polda Gorontalo Tetapkan 5 Tersangka Pada Kasus Investasi Bodong Berkedok Arisan

Sri Muliyati Thaib mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen Yayasan Kumala Vazza dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga memperhatikan aspek pelestarian lingkungan.

“Kami ingin membuktikan bahwa limbah dapur MBG bukan sekadar sampah. Dengan pengelolaan yang baik, limbah tersebut dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi petani. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan program yang ramah lingkungan dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Sri Muliyati.

Ia berharap inovasi pengolahan limbah tersebut dapat menjadi contoh bagi dapur-dapur MBG lainnya sehingga volume sampah organik yang dibuang ke lingkungan dapat terus ditekan.

Artikel Terkait :  Polda Gorontalo Selidiki 22 Nama Dalam Kasus Dugaan Mafia Tambang Pohuwato

Sementara itu, Zulkifli Taluhumala, Kepala Regional BGN Provinsi Gorontalo, mengapresiasi langkah Yayasan Kumala Vazza yang dinilai berhasil mengintegrasikan pengelolaan limbah dengan pemberdayaan masyarakat.

“Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berbicara tentang penyediaan makanan bergizi. Pengelolaan limbah juga menjadi bagian penting agar pelaksanaannya berkelanjutan. Apa yang dilakukan Yayasan Kumala Vazza merupakan praktik baik yang patut dikembangkan di seluruh SPPG di Gorontalo,” kata Zulkifli Taluhumala.

Menurutnya, pengolahan limbah menjadi pupuk organik merupakan bentuk penerapan ekonomi sirkular yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung produktivitas sektor pertanian.

Di kesempatan yang sama, Anjani Eka Putri Ismail, Kepala SPPG Telaga Biru, mengatakan bahwa pengelolaan limbah dapur menjadi pupuk organik merupakan bagian dari komitmen SPPG dalam menerapkan operasional yang ramah lingkungan.

Artikel Terkait :  Doktrin Perang Iran: Strategi Asimetris Hadapi Kekuatan Besar

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses di SPPG, mulai dari penyediaan makanan hingga pengelolaan limbah, memberikan manfaat bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Yayasan Kumala Vazza menjadi bukti bahwa limbah organik masih memiliki nilai guna jika dikelola dengan baik,” ujar Anjani.

Para petani penerima bantuan menyambut baik program tersebut. Selain membantu mengurangi biaya pembelian pupuk, mereka berharap penyaluran pupuk organik dapat dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya semakin luas dirasakan oleh petani di Kabupaten Gorontalo.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Kumala Vazza bersama Badan Gizi Nasional dan SPPG Telaga Biru berharap pengelolaan limbah dapur MBG dapat menjadi model yang diterapkan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya mengurangi pencemaran lingkungan, mendukung pertanian organik, serta memperkuat keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *