Hukum dan Kriminal

Dalam Kasus Meninggalnya Pasien, DPRD Kab.Gorontalo Dituding “Anak Emaskan” Direktur RSUD Dr.M.M Dunda

202
×

Dalam Kasus Meninggalnya Pasien, DPRD Kab.Gorontalo Dituding “Anak Emaskan” Direktur RSUD Dr.M.M Dunda

Sebarkan artikel ini
Aksi Demonstrasi BEM Fakultas Hukum Universitas Gorontalo

Koordinat.co, Gorontalo – Aksi demonstrasi jilid 2 yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Gorontalo yang berlangsung di kantor DPRD Kabupaten Gorontalo kembali memanas, (Selasa, 10/12/2024)

Mereka mendesak agar Direktur RSUD Dr.M.M. Dunda segera dicopot akibat buruknya pelayanan di rumah sakit tersebut. Tuntutan ini muncul setelah sepekan berlalu tanpa ada kejelasan atau tindakan konkret dari pihak DPRD terkait tuntutan sebelumnya.

Artikel Terkait :  26 Kasus Kredit Macet Resmi Dilaporkan Hasjrat Multi Finance Ke Polda Gorontalo

Mahasiswa kecewa dengan lambatnya respons terhadap desakan dan menuding meng’anak “Emaskan” Direktur RSUD Dr.M.M. Dunda yang sampai sekarang tidak ada tindakan tegas untuk mencopot Direktur RSUD tersebut.

Dalam aksi ini, terjadi perdebatan sengit antara massa aksi dan anggota DPRD yang menemui mereka. Para mahasiswa menuntut pertanggungjawaban atas kinerja buruk di RSUD tersebut.

Artikel Terkait :  Terkait Pengolahan Emas(Tromol) di Suwawa Timur,DLHPP : Kami Tidak Pernah Keluarkan Rekomendasi
Saat terjadi perdebatan sengit antara massa aksi dan anggota DPRD yang mereka mereka temui.

Salah satu orator menyuarakan kritik keras dengan menegaskan bahwa apabila anggota DPRD Kabupaten Gorontalo tidak mampu mengambil tindakan tegas terhadap Direktur RSUD Dunda, sebaiknya mereka mengundurkan diri dari jabatannya.

Artikel Terkait :  Gorontalo Darurat Tambang Ilegal ,Paris Djafar : Bukti Kuatnya Mafia Pertambangan

“Kalau tidak bisa memberikan tindakan yang tegas terhadap Direktur RSUD Dunda, lebih baik mundur saja dari jabatan!”, tegas salah satu orator.

Mahasiswa berharap agar DPRD Kabupaten Gorontalo segera mengambil tindakan tegas. Jika tuntutan tidak dipenuhi, mereka mengancam akan melanjutkan aksi dengan skala lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *