DaerahGorontaloGorontalo Utara

Kampanye di Pinontoyonga, Tim Kampanye Romantis Ingatkan Warga Pilih Pemimpin yang Siap Kase Bae Gorut

302
×

Kampanye di Pinontoyonga, Tim Kampanye Romantis Ingatkan Warga Pilih Pemimpin yang Siap Kase Bae Gorut

Sebarkan artikel ini

KOORDINAT.CO, GORUT – Tim kampanye pasangan Roni Imran-Ramdhan Mapaliey (Romantis) nomor urut 1 menggelar orasi publik di Desa Pinontoyonga, Kecamatan Atinggola. Agus Musada, salah satu jurkam pasangan Romantis, secara tegas mengingatkan warga akan pentingnya menjaga data KTP menjelang Pemilihan Serentak Umum (PSU) 19 April mendatang. Minggu (13/04/2025)

“Kami dapat informasi ada oknum yang mengumpulkan KTP warga. Ini modus berbahaya yang bisa merugikan hak pilih masyarakat,” tegas Agus di hadapan warga. Ia mengingatkan, KTP adalah dokumen kewarganegaraan yang tidak boleh diserahkan kepada siapapun, terutama dengan iming-iming materi.

Artikel Terkait :  Hadiri Rapat Evaluasi Pelayanan Bansos dan Hibah, Ini Kata Pj Sekda Suleman Lakoro

Agus juga mengungkapkan keprihatinan terkait isu pertambangan di wilayah barat Gorontalo Utara. “Daerah tambang kita sudah disurvey oleh penyandang dana sebagai jaminan pemenangan pasangan tertentu. Ini politik transaksional yang mengorbankan masa depan daerah,” paparnya. Ia mendesak warga Atinggola memilih pemimpin yang benar-benar ingin memajukan daerah, bukan yang mengorbankan kekayaan alam demi kepentingan politik sesaat.

Artikel Terkait :  Menghadapi Festival Saronde, Wabub Laksanakan Kegiatan Kebersihan Sebagai Implementasi Edaran Bupati

“Pilih pemimpin yang Kase Bae Gorut dengan tulus, bukan yang mau gadaikan Gorut untuk kepentingan investor dan kelompok tertentu,” seru Agus disambut sorak warga. Ia mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara cerdas demi masa depan Gorontalo Utara yang lebih baik.

Artikel Terkait :  Turnamen U-19 Adhyaksa Cup 2025 Gorontalo Resmi Dibuka, Jadi Ajang Scouting Pemain Pra-PON

Di akhir orasi, Agus kembali menekankan pentingnya melaporkan segala bentuk pelanggaran pemilu ke Panwaslu. “Mari jaga kedaulatan suara rakyat. Laporkan jika ada praktik pengumpulan KTP atau politik uang,” pungkasnya sebelum menutup acara dengan dialog interaktif bersama warga setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *