GorontaloKab Gorontalo

Milad Ke 23 Universitas Gorontalo, Prof Rustam Akili Bagi-Bagi Beasiswa

199
×

Milad Ke 23 Universitas Gorontalo, Prof Rustam Akili Bagi-Bagi Beasiswa

Sebarkan artikel ini

KOORDINAT.CO, GORONTALO – Milad Universitas Gorontalo ke 23 tahun, Prof. Rustam Akili, S.H., M.H, selaku Ketua dewan pembina yayasan pendidikan Duluwo Limo Lopohalaa Universitas Gorontalo (YPDLP-UG), berikan beasiswa kepada mahasiswa, Rabu (10/07/2024).

Adapun kategori yang mendapatkan beasiswa pada milad UG yang ke 23 Tahun diantaranya, mahasiswa berprestasi, mahasiswa yatim piatu dan mahasiswa yang lahir bertepatan dengan milad Universitas Gorontalo tanggal 10 Juli.

Artikel Terkait :  Bersama Ciptakan Keamanan, Polda Gorontalo dan PT.GM Tandatangani Nota Kesepahaman

Dalam kesempatan itu, Prof. Rustam Akili mengatakan, hal ini dilakukan demi membangun dan menginspirasi mahasiswa untuk terus berkarya dalam meraih prestasi, sebagaimana menjadi tema milad kali ini: “Gema 23 Tahun Menginspirasi Dan Berkarya”.

” Mari kita bangun UG ini dengan kebersamaan, yang tentunya bangun UG dengan hati,” ungkap Prof. Rustam Akili, 

Artikel Terkait :  LKPJ Bupati Gorontalo Rencana Diparipurnakan Pekan Depan

Selanjutnya, Prof. Rustam menuturkan, pemberian beasiswa kepada mahasiswa merupakan motivasi bagi civitas akademika Universitas Gorontalo untuk terus memaksimalkan pengelolaan kampus ke arah yang lebih baik.

” Tentu ini sebuah motivasi bagi civitas akademik UG untuk terus memaksimalkan pengelolaan kampus ke arah yang lebih baik,” ujarnya 

Terakhir, Sang Rajawali Pendidikan Gorontalo itu berharap, di momentum milad ke 23 ini, UG menjadi lembaga pendidikan profesional dalam menyediakan proses belajar mengajar yang berkualitas.

Artikel Terkait :  Kurangnya Komunikasi dan Koordinasi,Kinerja Korwil BGN Kab.Gorontalo Dikeluhkan : Potensi Ganggu Kualitas Pelayanan

” Dalam peningkatan taraf pendidikan yang diharapkan, tentunya ada link yang kuat dan saling terikat. Sehingga pendidikan yang kita ciptakan di Universitas Gorontalo selalu ada outputnya antara pendidikan dan dunia kerja,” tukas Prof. Rustam Akili.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *