DaerahGorontalo

Bibit Maxxi Dorong Pemberdayaan Ekonomi Petani Bone Bolango

260
×

Bibit Maxxi Dorong Pemberdayaan Ekonomi Petani Bone Bolango

Sebarkan artikel ini

KOORDINAT.CO, Bone Bolango – Kehadiran bibit jagung Maxxi di tengah masyarakat petani Kabupaten Bone Bolango dinilai membawa dampak signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan hasil panen yang meningkat tajam, para petani kini mulai merasakan manfaat ekonomi dari inovasi pertanian berbasis bibit unggul tersebut.

Menurut Ahmad Diko dari Divisi Bibit Maxxi, penggunaan bibit unggul bukan hanya soal produktivitas, tetapi juga berkaitan erat dengan peningkatan taraf hidup petani. “Petani kita bukan hanya butuh panen, mereka butuh hasil yang bisa mengangkat pendapatan keluarga. Dan itu yang sedang kami dorong bersama Maxxi,” jelasnya saat ditemui dalam acara panen raya, Sabtu (1/6/2025).

Artikel Terkait :  Saipul Mbuinga Ucapkan Terima Kasih untuk Partisipasi Aktif Umat Kristiani pada Pilkada Pohuwato

Ahmad menuturkan bahwa Maxxi dikembangkan dengan tujuan utama untuk menjawab tantangan petani dalam menghadapi fluktuasi hasil pertanian. Dengan benih yang adaptif dan produktif, petani bisa meraih hasil panen yang stabil dan bernilai jual tinggi. Hal ini tentunya berdampak langsung terhadap daya beli dan keberlanjutan usaha tani.

Artikel Terkait :  Janji Bupati Pohuwato Lewat Dana Relaksasi Pengembalian Dana PEN, Bangun Jembatan Taluditi Agaran 2 Millyar

Bagi para petani di Bone Bolango, keberhasilan panen kali ini memberi harapan baru. Mereka tidak hanya memperoleh hasil yang lebih banyak, tetapi juga dapat menjual hasil panen dengan harga yang lebih baik karena kualitas jagung yang lebih seragam dan unggul. “Kami senang karena bisa menjual jagung kami lebih cepat dan dengan harga yang bagus,” ungkap salah satu petani peserta panen raya.

Artikel Terkait :  Tangis Warga Pecah Saat Cawabup Romantis Nyanyikan Lagu 'Hilang' di Kampanye Leboto

Ke depan, Maxxi berencana memperluas edukasi pertanian kepada petani, termasuk pelatihan pemupukan, pengendalian hama, dan manajemen hasil panen. “Kami ingin membangun ekosistem pertanian modern yang tidak hanya kuat di benih, tetapi juga di sisi pasca-panen dan distribusi. Jika petani sejahtera, ekonomi daerah pun ikut tumbuh,” pungkas Ahmad Diko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *