Example floating
Example floating
Pohuwato

Maraknya Pengeboman Ikan di Pohuwato Kian Menggila, Pemuda Lemito Minta Pertegas Penegakan Hukum

171
×

Maraknya Pengeboman Ikan di Pohuwato Kian Menggila, Pemuda Lemito Minta Pertegas Penegakan Hukum

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Foto: Istimewa

KOORDINAT, POHUWATO – Masalah pengeboman ikan atau ilegal fishing di laut Lemito dan sekitarnya, sudah menjadi kabar yang tidak asing bagi masyarakat sekitar.

Perbincangan akan hal itu, kembali menghangat ketika terjadi pemanggilan beberapa oknum yang diduga akan melakukan aktivitas yang merusak biota laut, terutama terumbu karang.

Salah satu Pemuda Lemito, Wahid Hulopi menyayangkan aktivitas yang melanggar hukum tersebut masih terus terjadi di kawasan laut Lemito dan sekitarnya.

Artikel Terkait :  Ketua TP PKK Selvi Monoarfa Dan Tim Penggerak PKK Meriyahkan Hari Ibu ke 94 Tahun

“Masalah pengeboman ikan atau ilegal fishing bagi masyarakat Lemito bukan lagi berita baru, melainkan sudah kerap kali terdengar. Bahkan pengakuan beberapa kawan nelayan setiap harinya terdengar lebih dari satu kali ledakan,” ujarnya, Jum’at (26/11/2021).

“Bahkan sudah beberapa kali masyarakat setempat melakukan advokasi untuk masalah tersebut, entah itu dalam bentuk laporan ke pihak kepolisian, juga melalui aksi demonstrasi. Tapi masih saja belum terjadi perubahan yang diharapkan. Praktek tersebut masih kerap kali terdengar,” sambungnya.

Artikel Terkait :  Plh Kalapas Berikan Pembinaan Mental Spiritual Kepada Warga Binaan Lapas Pohuwato

Pria yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan itu menduga, praktek tersebut terus terjadi karena ketidaktegasan penegakan hukum untuk menjaga wilayah laut.

“Di Lemito tidak sedikit masyarakat yang menggantungkan kehidupannya dari hasil laut. Praktek ilegal fishing tersebut sangat merusak terumbu karang dan mengancam keberlangsungan hidup biota laut lainnya.

Artikel Terkait :  Bupati Saipul Teken MoU Kerja Sama Dengan Kejaksaan Dalam Bidang Hukum Dan Tata Usaha Negara

Dirinya juga menduga, praktek pengeboman itu terus terjadi. Karena, menurutnya, penegakan hukum di wilayah laut terutama di Lemito masih kurang tegas.

“Solusinya pihak penegak hukum mesti tegas dalam menegakkan hukum,” tutupnya. (K07)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *