GORONTALO – Lima tahun setelah kasus pembacokan terhadap seorang jurnalis di Gorontalo, keluarga korban kembali meminta pengusutan lebih lanjut atas kemungkinan adanya pihak lain yang belum tersentuh proses hukum.
Permintaan itu mencuat setelah beredarnya sejumlah unggahan di media sosial yang mengaitkan nama mantan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, dengan peristiwa tersebut.
Adik korban, Jhojo Rumampuk, mengatakan keluarga tidak ingin terjebak pada spekulasi. Namun, menurut dia, setiap informasi baru yang muncul patut ditelusuri secara profesional oleh aparat penegak hukum.
“Kami meminta semua informasi yang berkembang diuji melalui mekanisme hukum. Jika memang ada fakta baru, tentu harus diungkap secara terbuka dan objektif,” kata Jhojo.
Jhojo mengaku keluarga masih menyimpan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang memiliki motif atau kepentingan di balik penyerangan terhadap saudaranya pada Juni 2021 silam.
Karena itu, keluarga korban mendesak Rusli Habibie memberikan klarifikasi terbuka terkait namanya yang belakangan disebut dalam berbagai narasi di media sosial.
“Kalau memang nama beliau disebut-sebut dalam ruang publik, kami berharap ada penjelasan langsung agar tidak berkembang menjadi spekulasi yang berkepanjangan,” ujarnya.
Menurut Jhojo, dirinya bersama keluarga korban juga telah menemui Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie. Dalam pertemuan tersebut, kata dia, Idah menyampaikan bahwa suaminya bukan sosok yang akan memerintahkan orang lain melakukan tindakan kekerasan.
Meski demikian, keluarga korban menilai pengungkapan kasus secara menyeluruh tetap diperlukan untuk menjawab berbagai pertanyaan yang masih muncul di tengah publik.
Sebagai langkah lanjutan, keluarga berencana menyampaikan laporan dan permohonan pengawasan kepada sejumlah lembaga negara, termasuk Komnas HAM, Kompolnas, dan Komisi Kejaksaan RI.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Rusli Habibie terkait isu yang berkembang.












