Example floating
Example floating
DaerahPohuwato

BPD Pohuwato Gelar Sosialisasi Awal dan IKD Resiko Bencana Tahun 2025 2029

111
×

BPD Pohuwato Gelar Sosialisasi Awal dan IKD Resiko Bencana Tahun 2025 2029

Sebarkan artikel ini

KOORDINAT.CO, POHUWATO – Sebagai dasar dalam penyusunan perencanaan dan kebijakan daerah dalam, khususnya berkaitan dengan kawasan-kawasan yang menjadi prioritas penanganan bencana.

Maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pohuwato menggelar sosialisasi awal dan FGD indeks ketahanan daerah (IKD) dalam penyusunan kajian risiko bencana Kabupaten Pohuwato tahun 2025-2029.


Kegiatan yang berlangsung di aula Dinas PUPR dibuka Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, dan dihadiri Wakil Bupati, Suharsi Igirisa, Direktorat Pemetaan Evaluasi Risiko Bencana BNPB RI, Aspirmanto Wasono, S.Si,. M.DistMgt, perwakilan Forkopimda Pohuwato, Sekda Iskandar Datau, asisten, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, media, LSM, praktisi, akademisi dan para pemerhati kebencanaan, Rabu, (17/07/2024).

Artikel Terkait :  Thariq Modanggu Bantah Kenal Lima Warga yang Ditahan Panwascam Atinggola Namun Dirinya Akui Banyak Dihubungi Yang Ingin Membantu


Dalam sambutannya, Bupati Saipul mengatakan, seperti kita ketahui bersama Kabupaten Pohuwato adalah kawasan rawan bencana. Banyaknya kejadian bencana yang terjadi belakangan ini mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit, kejadian-kejadian tersebut memberikan pengaruh negatif kepada berjalannya roda pemerintahan maupun kehidupan masyarakat.


Dampak negatif dan kerugian yang ada kata bupati, pada dasarnya dapat dikurangi apabila kita memiliki data dan analisa yang memadai dalam hal pengkajian risiko bencana.

“Dalam rangka itulah pemerintah daerah melalui BPBD mendorong percepatan menyusun dokumen kajian risiko bencana untuk dapat menghasilkn dokumen KRB yang real dan akurat sebagai acuan untuk memetakan serta meminimalisir risiko bencana serta sebagai referensi untuk perencanaan pembangunan kedepan Kabupaten Pohuwato”,jelas Bupati Saipul.

Artikel Terkait :  Momentum Hari Raya Idulfitri Bupati Pohuwato Bersama Kapolres Pohuwato AKBP Winarno Sambangi Forkopimda Provinsi Gorontalo


Menurutnya, pemerintah dan masyarakat tentu saja sangat mengharapkan penyusunan kajian risiko bencana ini dapat mengidentifikasi potensi ancaman bencana, jumlah korban dan kerugian yang diakibatkan oleh kejadian bencana, sehingga dapat ditekan se-minimalisir mungkin.

“Ucapan terima kasih kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana ditengah-tengah kesibukan meluangkan waktu dan memberikan kesempatan kepada Kabupaten Pohuwato dalam penyusunan dokumen kajian risiko bencana”,pungkas Bupati Saipul.


Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Pohuwato, Abdul Muthalib Dunggio, melaporkan tujuan dari kegiatan antaranya sebagai parameter dalam pemenuhan standar pelayanan minimum penanggulangan bencana.

Artikel Terkait :  Lepas 254 Kontingen "PORPROP", Arman Harap Atlit Pohuwato Dulang Medali Sebanyak-banyaknya


Ditambahkannya, kegiatan yang akan dilaksanakan selama 4 bulan menghadirkan narasumber dari BNPB, masing-masing, Asfirmanto Wasono, S,Si, M.DistMgt, Analis Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan. BNPB RI, Sumardani Kusmajaya, SP,. M.Si, Perencana Wilayah Analis Utama, BNPB, serta Osmar Shalih, S.Si.,M.Si, Geografi, Pemetaan, BNPB.

“Penanganan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemda, tapi juga perlu ada kepedulian bersama dari semua stakeholder, termasuk di dalamnya para pelaku usaha/dunia usaha dan dunia industri harus punya komitmen dan tanggung jawab bersama dalam penanganan penanggulangan bencana dalam suatu daerah”,pungkas Kalaksa BPBD Pohuwato, Abdul Muthalib Dunggio.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *