Kabar

MUNGKIN

167
×

MUNGKIN

Sebarkan artikel ini

By: Nizam

Bagaimana mungkin aku melukismu dalam satu syair. jika huruf-huruf mati telah kau kubur dalam sketsa dukka, sedang aksara-aksara hidup tlah kau hempaskan ke dalam liang lara.

Bisa saja aku menjejali bait-bait aksara ke tepian hatimu. namun semua sudah tak mungkin lagi. sebab kata-kata sedang diarak ke pemakaman, dan aku sudah kehilangan banyak darah.

maka berdirilah aku mematung dalam pigura masa, tempat kau arsir begitu banyak wajah linglung di atas jalan berkelok menuju hutan pinus. sungguh pun ujungnya tak terjangkau pandang, namun kuterka ia berlabuh di tengah telaga imaji.

.

Artikel Terkait :  Dalam Rapat Kerja Teknis Bidang Tindak Pidana Umum Tahun 2021,Secara Virtual Jaksa Agung Ri Ingatkan Banyak Hal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *