Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kabar

Ketua Forwaka Gorontalo Resmi Laporkan Akun Facebook Yang Dinilai Lecehkan Media Non Kontrak

284
×

Ketua Forwaka Gorontalo Resmi Laporkan Akun Facebook Yang Dinilai Lecehkan Media Non Kontrak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Koordinat.co, Gorontalo – Ketua Forum Wartawan Kejaksaan Agung (Kejagung) Provinsi Gorontalo Jefri Rumampuk akhirnya melaporkan Alfian Biga ke Polda Gorontalo terkait komentarnya di salah satu Postingan Media Sosial (Medsos) Facebook yang dinilai melecehkan, menghina serta mengancam media yang tidak kerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Gorontalo.

“Kami sudah melaporkan Sdr Alfian Biga di Polda Gorontalo dalam hal ini di Unit Krimsus terkait komentarnya di salah satu postingan Facebook kominfo Kabupaten Gorontalo. Selanjutnya kita akan menunggu serta menghormati langka hukum yang akan dilakukan kepolisian”ungkap Jefri, kepada sejumlah awak media, Selasa (16/3/2021)

Example 300x600

Menurut Jefry komentar pada postingan itu tidak jelas, Sehingga menjurus kepada semua media yang tidak kerja sama dengan Pemda Kabupaten Gorontalo.

Artikel Terkait :  PMI Kabgor Serahkan Bantuan kepada Masyarakat Terdampak Banjir di Tibawa

“Maka saya sebagai ketua Forwaka merasa bahwa ada sebuah pelecehan terhadap profesi wartawan dan penghinaan kepada media sekaligus pengancaman. Karena komentar tersebut menjurus kepada 3 hal tersebut yaitu penghinaan pelecehan dan pengancaman melalui media sosial facebook”jelasnya.

Diriny menambahkan, Media massa sangat berhubungan dengan khlayak banyak artinya menjadi tupoksi untuk penyampaian atau perantara informasi kepada orang banyak “Tugasnya dilindungi oleh undang-undang No 40 sehingga jelas tupoksinya.”tambah Jefri.

Artikel Terkait :  Terkait Persoalan Pembangunan Sungai Popayato, Ini Tanggapan Balai Sungai Sulawesi II

Postingan itu kata Jefri berawal dari postingan akun Kominfo Kabupaten Gorontalo terkait rapat kerja sama media serta persiapan pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW)

“Nah secara otomatis bahasa yang digunakan adalah bahasa yang sangat menghina terhadap media massa yang tidak kerja sama dengan pemda Kabupaten Gorontalo. Apakah harus kerja sama dengan pemda baru disebut media massa??”beber mantan Jubir Bupati Boalemo ini.

Artikel Terkait :  KLHK Hentikan Penambangan Ilegal Minyak Bumi di Hutan Sungai Air Mato Jambi

Sementara lanjut Jefri, tupoksi Media Massa bukan kerja sama dengan pemda, ataupun kerja sama pemberitaan atau sosialisasi.

“Kan sangat jelas. tugas media adalah mengawal seluruh kinerja ataupun sosialisasi terkait kebijakan pemda bukan kerja sama. Kalaupun ada yang kerja sama dengan pemda itu tidak jadi soal karena itu kebijakan masing-masing perusahan media”ujarnya.

“Nah itu akan jadi berbeda jika ada media yang tidak kerja sama dengan pemda kemudian disinggung dengan kalimat-kalimat seperti itu. Itu yang tidak bagus.”tegasnya. (Rls/K01)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *