Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kabar

Antusias WBP Lapas Perempuan Gorontalo, Pahami Huruf Hijaiyah Secara Baik Dan Benar

262
×

Antusias WBP Lapas Perempuan Gorontalo, Pahami Huruf Hijaiyah Secara Baik Dan Benar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KOORDINAT.CO, GORONTALO – Bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gorontalo, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Gorontalo dibimbing cara melafalkan huruf hijaiyah dengan baik dan benar, Rabu (14/12/2022).

Bertempat di Masjid Saud Al-Anazi Lapas Perempuan Gorontalo, bimbingan dan pembelajaran oleh Penyuluh Agama Kemenag Kabupaten Gorontalo, ini diikuti dengan penuh antusias oleh 37 (Tiga Puluh Tujuh) orang WBP.

Example 300x600

Kali ini bimbingan sekaligus pembelajaran difokuskan pada pengucapan huruf hijaiyah atau makhorijul huruf. Makhorijul huruf sendiri secara istilah adalah tempat keluarnya huruf hijaiyah. Di tempat ini, suara dari suatu lafaz berhenti.

Artikel Terkait :  Urus Administrasi Kependudukan di Kabupaten Gorontalo Tak Perlu Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Menurut Fatmawati Bobihu selaku Penyuluh Agama, hal ini merupakan materi dasar yang harus dikuasai dengan baik dan benar.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa tempat keluarnya huruf dapat dibagi menjadi lima yaitu tenggorokan atau halq, mulut atau lisan, antara dua bibir atau syafatain, rongga atau jauf dan hidung atau khoisyum.

Artikel Terkait :  Program Jago Abangku Dapat Penghargaan, Kejari Kabupaten Gorontalo Cetak Prestasi Layanan Humanis

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Pemasyarakatan  (Kalapas) Perempuan Kelas III Gorontalo, Meita Eriza, menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk diikuti. Agar para WBP dapat melafalkan huruf hijaiyah dengan benar, sehingga tidak menimbulkan perbedaan arti atau makna dari surat yang dilafalkan.

” Pertemuan kali ini para warga binaan diberikan bimbingan dasar bagaimana melafalkan huruf hijaiyah dengan baik, dan benar untuk menghindari kesalahan-kesalahan dalam pengucapan serta pelafalan.” Kata Meita.

Artikel Terkait :  Aktivis Minta Pemda Gorut Memperhatikan Honorer D3 Keperawatan dan Kebidanan Dalam Pengangkatan PPPK dan ASN

Tidak hanya itu, Meita juga menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pengenalan, dan menambah pengetahuan para WBP akan huruf arab, cara membaca Al-Qur’an dengan baik serta mengisi waktu masa pidana dengan hal-hal positif juga berpahala.

” Diharapkan hal ini dapat menjadi kebiasaan positif selama mereka menjalani masa pidananya di Lapas, serta dapat dilanjutkan setelah bebas nanti.” Tandasnya.

Release : Kemenkumham Gorontalo
Editor  : Ghaffar Becelebo

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *