Example floating
Example floating
BeritaInternasional

Perang Iran–Israel Memanas, PBB Desak Gencatan Senjata dan Peringatkan Risiko Konflik Regional

73
×

Perang Iran–Israel Memanas, PBB Desak Gencatan Senjata dan Peringatkan Risiko Konflik Regional

Sebarkan artikel ini
Foto liustrasi

Konflik bersenjata antara Iran dan Israel kian memanas hingga pertengahan Maret 2026. Eskalasi serangan kedua pihak memicu kekhawatiran dunia internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mendesak penghentian segera permusuhan.

JAKARTA, 19 Maret 2026 — Perang terbuka antara Iran dan Israel terus menunjukkan peningkatan intensitas. Kedua negara saling melancarkan serangan udara, rudal, dan drone yang menyasar target militer hingga fasilitas strategis, termasuk sektor energi.

Pemerintah Israel mengklaim berhasil melemahkan struktur pertahanan Iran melalui serangan presisi. Salah satu tokoh yang dilaporkan tewas adalah Ali Larijani, yang disebut memiliki peran penting dalam sistem keamanan nasional Iran.

Namun, Iran membalas dengan meluncurkan gelombang rudal balistik dan drone ke wilayah Israel serta kawasan Teluk. Serangan ini menegaskan bahwa kemampuan militer Iran masih kuat dan mampu memberikan tekanan balik yang signifikan.

Artikel Terkait :  Masyarakat Penambang Lokal Kesulitan Jual Emas, IPR Gorontalo Belum Juga Rampung

Konflik juga merambah sektor vital global. Sejumlah fasilitas energi menjadi sasaran, meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan dunia. Ketegangan di jalur strategis seperti Selat Hormuz bahkan memicu risiko gangguan distribusi minyak internasional.

Pernyataan Resmi PBB:

Menanggapi eskalasi tersebut, Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Sekretaris Jenderal António Guterres menyampaikan keprihatinan serius.

Dalam pernyataan resminya di situs PBB (28 Februari 2026), Guterres menegaskan:

“Penggunaan kekuatan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran… serta balasan Iran… mengancam perdamaian dan keamanan internasional.”

Artikel Terkait :  Dibangun dari Gotong Royong Penambang Rakyat, Masjid Baitussalam Botubilotahu Resmi Diresmikan

Ia juga mendesak penghentian segera konflik dan memperingatkan potensi meluasnya perang di kawasan.

Sementara itu, Kantor Komisaris Tinggi HAM PBB menekankan pentingnya jalur diplomasi. Dalam briefing resmi di Jenewa, disampaikan:

“Kembali ke meja perundingan adalah satu-satunya jalan untuk mengakhiri pembunuhan, kehancuran, dan keputusasaan.”

Selain itu, pejabat PBB juga mengingatkan bahwa serangan terhadap warga sipil dapat melanggar hukum humaniter internasional dan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum serius.

Respons Internasional:

Di tingkat global, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengeluarkan Resolusi 2817 (2026) yang menyoroti eskalasi konflik di kawasan, meski dinilai belum sepenuhnya mampu meredam ketegangan.

Artikel Terkait :  Datangi Polda Sulut ,Sulasdi Resmi Laporkan Dugaan Pemalsuan Dalam Kasus Mobil Lelang di JBA Manado

Pengamat internasional menilai konflik ini berpotensi berkembang menjadi perang regional yang lebih luas, terutama jika melibatkan kekuatan besar lainnya. Dampak ekonomi global juga mulai terasa, terutama pada sektor energi dan stabilitas pasar.

Dengan intensitas serangan yang terus meningkat, konflik antara Iran dan Israel kini tidak lagi sekadar konfrontasi bilateral, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas kawasan dan dunia. Tekanan internasional, khususnya dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, menjadi kunci untuk mendorong deeskalasi sebelum situasi semakin tidak terkendali.

Sumber:

Situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (pernyataan Sekjen, 28 Februari 2026)

Briefing Kantor HAM PBB (OHCHR), Jenewa

  • Reuters
  • The Guardian
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *