Example floating
Example floating
DaerahGorontaloGorontalo Utara

Setelah Polemik, TPG dan THR 100 Persen Cair, Pemerhati Guru Angkat Topi untuk PGRI

43
×

Setelah Polemik, TPG dan THR 100 Persen Cair, Pemerhati Guru Angkat Topi untuk PGRI

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Foto: AI/Koordinat

Koordinat.co, Gorontalo Utara – Pemerhati Guru Gorontalo Utara, Ismail Mangindaan, memberikan apresiasi kepada Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gorontalo Utara yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Irwan Usman, atas respons cepat dalam mengawal dan merealisasikan pembayaran hak-hak guru.

Apresiasi tersebut disampaikan Ismail menyusul telah cairnya Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Hari Raya (THR) 100 persen yang kini telah masuk ke rekening masing-masing penerima.

Artikel Terkait :  Pj Sekda Gorut Hadiri Rapat Evaluasi Vaksinasi Covid 19

“Saya sangat bangga dengan langkah Ketua PGRI Gorontalo Utara yang cepat merespons apa yang menjadi harapan seluruh guru, khususnya para penerima TPG dan THR 100 persen,” ujar Ismail Mangindaan, Selasa (10/02/2026).

Ismail menilai, pencairan hak-hak guru tersebut menunjukkan adanya keseriusan dan komitmen dari PGRI bersama Dinas Pendidikan dalam memastikan kesejahteraan tenaga pendidik tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
Menurutnya, proses yang sempat menjadi perhatian publik akhirnya dapat diselesaikan secara baik melalui koordinasi lintas instansi dan pengawalan administrasi yang tertib, tanpa mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Artikel Terkait :  Buka Gerakan Infaq 2000, Ini Amanat Pj. Sekda Gorut

“Yang terpenting adalah hak normatif guru bisa terpenuhi. Ini menunjukkan bahwa ketika proses dijalankan sesuai mekanisme dan dikawal dengan baik, maka hasilnya bisa dirasakan langsung oleh para guru,” katanya.

Artikel Terkait :  Warga Yang Diduga Kumpul KTP di Atinggola Akui Diminta Salah Satu Calon

Ismail juga berharap momentum ini dapat menjadi pembelajaran bersama agar ke depan, proses pembayaran hak-hak guru dapat dilakukan lebih tepat waktu dan tidak lagi menimbulkan polemik di ruang publik.

“Saya berharap pengalaman ini menjadi evaluasi bersama. Ke depan, komunikasi harus lebih terbuka sejak awal agar guru tidak lagi dihantui ketidakpastian terkait hak-haknya,” pungkasnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *