Example floating
Example floating
BeritaNasional

Mengapa Iran Merasa Mampu Melawan Amerika Serikat dan Israel?

74
×

Mengapa Iran Merasa Mampu Melawan Amerika Serikat dan Israel?

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto (caption berita): Ilustrasi ketegangan geopolitik antara Iran dengan Israel dan United States yang melibatkan kekuatan rudal, militer, dan jalur strategis energi di kawasan Strait of Hormuz.

Jakarta – Ketegangan militer antara Iran dengan Israel dan United States kembali memicu perhatian dunia. Secara teknologi militer, banyak analis menilai Iran masih berada di bawah kekuatan militer Amerika Serikat maupun Israel. Namun sejumlah faktor strategis membuat Teheran tetap percaya diri menghadapi tekanan militer dari kedua negara tersebut.

Para pengamat keamanan internasional menilai keberanian Iran bukan semata karena kekuatan militer konvensional, tetapi karena kombinasi strategi perang, jaringan regional, serta posisi geopolitik yang strategis.

1. Strategi perang asimetris

Iran sejak lama mengembangkan konsep perang asimetris, yaitu strategi militer untuk menghadapi negara yang lebih kuat dengan cara yang tidak konvensional.

Menurut laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS), strategi militer Iran menitikberatkan pada:

  • penggunaan rudal balistik
  • drone serangan jarak jauh
  • perang siber
  • operasi milisi proksi di kawasan Timur Tengah

Pendekatan ini bertujuan meningkatkan biaya perang bagi lawan, meskipun Iran tidak memiliki keunggulan teknologi seperti Amerika Serikat.

Artikel Terkait :  Dibangun dari Gotong Royong Penambang Rakyat, Masjid Baitussalam Botubilotahu Resmi Diresmikan

Sumber:

Center for Strategic and International Studies (CSIS)

Al Jazeera, 2026

2. Arsenal rudal terbesar di Timur Tengah

Iran dikenal memiliki salah satu arsenal rudal balistik terbesar di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan dari International Institute for Strategic Studies (IISS), Iran memiliki berbagai jenis rudal dengan jangkauan hingga sekitar 2.000 kilometer, di antaranya:

  • Shahab-3
  • Sejjil
  • Khaybar Shekan

Jangkauan tersebut memungkinkan Iran menjangkau wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Sumber:

International Institute for Strategic Studies (IISS)

Reuters

3. Kekuatan militer dan populasi besar

Dari sisi jumlah personel militer, Iran memiliki kekuatan yang relatif besar.

Menurut data Global Firepower Index 2025, Iran memiliki sekitar:

  • 610.000 personel militer aktif
  • lebih dari 350.000 pasukan cadangan

Selain itu Iran juga memiliki kekuatan militer khusus yang sangat berpengaruh, yaitu:

Artikel Terkait :  Si Jago Merah Lalap Rumah Sunarti di Telaga, Bupati Turun Meninjau

Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC)

IRGC tidak hanya berperan dalam militer, tetapi juga memiliki pengaruh besar dalam politik dan ekonomi Iran.

Sumber:

Global Firepower

Reuters

4. Jaringan milisi sekutu di Timur Tengah

Salah satu kekuatan strategis Iran adalah jaringan kelompok sekutu di berbagai negara Timur Tengah.

Beberapa kelompok yang sering disebut sebagai bagian dari “Axis of Resistance” antara lain:

  • Hezbollah di Lebanon
  • Houthi Movement di Yaman
  • berbagai milisi pro-Iran di Irak dan Suriah

Jaringan ini memungkinkan Iran membuka beberapa titik konflik sekaligus sehingga menyulitkan strategi militer lawan.

Sumber:

Reuters

International Crisis Group

5. Posisi strategis Selat Hormuz

Iran juga memiliki keunggulan geopolitik penting yaitu pengaruhnya terhadap Strait of Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan energi dunia.

Menurut data U.S. Energy Information Administration, sekitar 20 persen perdagangan minyak global melewati selat tersebut.

Artikel Terkait :  Saat Penambang Lain Absen, YR Team Hadir Jadi Solusi Krisis Air Petani Pohuwato

Ancaman gangguan terhadap jalur ini dapat berdampak besar terhadap harga energi dunia dan ekonomi global.

Sumber:

U.S. Energy Information Administration

The Guardian

6. Faktor politik dan ideologi

Konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel juga memiliki latar belakang sejarah panjang sejak Iranian Revolution.

Sejak revolusi tersebut, hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel mengalami ketegangan yang berkepanjangan. Pemerintah Iran sering memanfaatkan konflik eksternal untuk memperkuat legitimasi politik di dalam negeri.

Sumber:

Brookings Institution

Washington Post

Kesimpulan

Iran berani menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan Israel bukan semata karena kekuatan militernya lebih unggul, tetapi karena kombinasi beberapa faktor strategis:

  • strategi perang asimetris
  • arsenal rudal jarak jauh
  • jumlah pasukan yang besar
  • jaringan milisi regional
  • posisi strategis jalur energi global

Faktor-faktor tersebut membuat konflik di Timur Tengah berpotensi menjadi persaingan geopolitik yang kompleks dan berkepanjangan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *