Example floating
Example floating
Berita

Yayasan Kumala Vaza : Dapur MBG Jadi Peluang Ekonomi Baru Petani di Kabupaten Gorontalo

×

Yayasan Kumala Vaza : Dapur MBG Jadi Peluang Ekonomi Baru Petani di Kabupaten Gorontalo

Sebarkan artikel ini
FOTO ILUSTRASI PETANI LOKAL

Kabupaten Gorontalo, 14 Maret 2026 – Kehadiran dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai membuka peluang ekonomi baru bagi petani di Kabupaten Gorontalo.

Program yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat ini juga berpotensi menjadi jembatan kemitraan antara petani lokal dengan pasar yang lebih luas melalui penyediaan bahan pangan seperti sayuran, rempah-rempah, serta berbagai komoditas hortikultura lainnya.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program nasional pemerintah yang menyasar pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Dalam pelaksanaannya, dapur MBG membutuhkan pasokan bahan pangan segar setiap hari dalam jumlah besar, mulai dari sayur-mayur, beras, telur hingga bahan pangan lainnya.

Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi petani lokal di Kabupaten Gorontalo untuk terlibat langsung dalam rantai pasok program tersebut. Jika dikelola dengan baik, kemitraan antara petani dan dapur MBG dapat menciptakan pasar yang lebih stabil bagi hasil pertanian sekaligus meningkatkan pendapatan petani di daerah.

Artikel Terkait :  Hadiri Peresmian Aula Basrief Arief Kejari Pohuwato, Beni Nento Sambut Baik Kunjungan Kejati Gorontalo

Salah satu pengurus Yayasan Kumala Vaza  di Kabupaten Gorontalo mengatakan bahwa keberadaan dapur MBG memberikan harapan baru bagi pemasaran hasil pertanian.

“Kalau ada pasar tetap seperti dapur MBG ,tentu sangat membantu petani. Hasil panen bisa terserap dan harga juga bisa lebih stabil. Tapi kami masih terkendala dengan jumlah pasokan dari petani lokal yang terbatas sehingga Sebahagian kebutuhan sayuran dan buah terpaksa harus dipasok dari luar daerah.” ujar pengurus yayasan tersebut.

Menurut para petani,Salah satu yang paling sering dikeluhkan adalah keterbatasan lahan,banyaknya lahan potensi yang sudah dialihfungsikan dan kurangnya ketersediaan bibit unggul yang berkualitas dan  sulit diakses.

Artikel Terkait :  Hasil Temuan BPK RI Sejumlah Perusahan Galian C di Gorontalo Tunggak Pajak Ratusan Juta

Tanpa dukungan bibit yang baik, produktivitas lahan menjadi terbatas sehingga petani kesulitan memenuhi kebutuhan pasokan dalam jumlah besar secara berkelanjutan.

Selain itu, minimnya pendampingan dari penyuluh pertanian juga menjadi hambatan lain yang masih dirasakan oleh sebagian petani.

Banyak petani yang belum mendapatkan bimbingan teknis terkait teknik budidaya yang lebih efektif, pengelolaan lahan, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Padahal, peran penyuluh pertanian sangat penting dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Di sisi lain, sektor pertanian di daerah sebenarnya memiliki dukungan anggaran yang tidak sedikit. Sejumlah program pertanian di tingkat daerah diketahui memiliki alokasi anggaran hingga ratusan juta rupiah yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas petani.

Pengamat ekonomi lokal menilai anggaran tersebut perlu diarahkan secara tepat sasaran, terutama untuk penyediaan bibit unggul, pelatihan teknis bagi petani, serta penguatan jumlah dan kualitas tenaga penyuluh pertanian di lapangan.

Artikel Terkait :  Operasi Penertiban PETI Pilomonu Diduga Bocor , PMII Minta Semua Pelaku Dikejar

“Jika anggaran pertanian dimanfaatkan secara maksimal dan tepat sasaran, maka produktivitas petani bisa meningkat. Hal ini tentu akan mendukung pasokan bahan pangan bagi dapur MBG sekaligus memperkuat ekonomi lokal,” ujar seorang pengamat ekonomi daerah.

Para pengamat juga menilai bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pihak pengelola dapur MBG sangat penting agar rantai pasok pangan benar-benar melibatkan petani lokal.

Tanpa dukungan kebijakan yang kuat, potensi ekonomi dari program MBG dikhawatirkan tidak akan memberikan dampak maksimal bagi sektor pertanian di Kabupaten Gorontalo.

Dengan pengelolaan yang tepat, keberadaan dapur MBG tidak hanya menjadi program pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga dapat berkembang menjadi penggerak ekonomi baru bagi petani di Kabupaten Gorontalo.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *