Kabar

Oknum ASN dan Oknum PD Golkar Diduga Terlibat Money Politik, Kini Hilang

286
×

Oknum ASN dan Oknum PD Golkar Diduga Terlibat Money Politik, Kini Hilang

Sebarkan artikel ini

KOORDINAT.CO, GORONTALO UTARA – Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus guru/kepala sekolah di Gorontalo Utara (Gorut) dan oknum pimpinan desa (PD) Golkar diduga terlibat praktik money politics pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Gorut. Keduanya, yang merupakan bagian dari tim bayangan dari salah satu Paslon, hingga kini tidak memenuhi panggilan Bawaslu dan polisi.

Artikel Terkait :  Kasus Korupsi Mulai Memprihatinkan, Jaksa Agung RI : Ada Kemungkinan Penerapan Hukuman Mati Bagi Koruptor

Keduanya teridentifikasi sebagai SP alias Adi pengurus parpol dan ST alias Eman (kepala sekolah di Kecamatan Tolinggula). Mereka diduga aktif membagikan uang kepada masyarakat untuk mendukung paslon tertentu. Meski tidak terdaftar secara resmi di Bawaslu atau KPU Gorut, keterkaitan mereka dengan tim pemenangan paslon sedang diselidiki.

Bawaslu Gorut telah memanggil keduanya dua kali, namun tidak diindahkan. “Kami sudah mengirimkan panggilan resmi, tetapi mereka tidak hadir. Dugaan sementara, mereka sengaja menghindar atau mungkin disembunyikan pihak tertentu,” ujar Koordinator Bawaslu Gorut, Minggu (11/5/2025).

Artikel Terkait :  Dugaan Penyimpangan Dalam Pemberian Kredit Investasi di Bank Sulutgo Cab Limboto, Dua Orang Diperiksa Sebagai Saksi

Polres Gorut melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Adrianto. S.I.K mengaku kesulitan melacak keberadaan ASN dan pengurus parpol tersebut. “Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk memastikan status mereka. Jika terbukti melanggar, sanksi administratif dan pidana akan dijalankan,” tegas AKP Mohammad Adrianto, Kasat Reskrim Polres Gorut.

Artikel Terkait :  Divisi Humas Polri : Kapolri Pastikan Pelayanan Jajarannya Berjalan Normal Pasca Aksi Teror

Sumber pelapor yang melaporkan hal ini menuturkan bahwa, modus yang digunakan berupa pembagian uang dalam acara silaturahmi warga. Masyarakat diminta melapor jika melihat kedua oknum tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *