Bolmong Selatan,30 Januari 2026 – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Bolmong Selatan meminta agar aparat penegak hukum di wilayah tersebut untuk lebih proaktif dan transparan dalam menindak kegiatan peredaran hasil tambang ilegal.
Penuntutan ini muncul seiring dengan ketidakjelasan terkait penangkapan 3 truk yang diberitakan diduga membawa material batu hitam ilegal di jalur Pantai Selatan Bolmong Selatan (Bolsel) pada tanggal 25 Januari 2026.
Menurut sumber informasi, kendaraan tersebut berhasil diamankan di wilayah hukum Polres Bolmong Selatan dan diberitakan oleh beberapa media online sebagai barang bukti terkait dugaan tambang ilegal.
Namun, pihak Polres Kotamobagu yang membenarkan penangkapan tersebut tidak memberikan penjelasan mengenai motifnya.
“Tidak ada penjelasan resmi, penangkapan tersebut terkait tindak pidana apa, tapi pihak Polres hanya fokus membantah bahwa pihaknya tidak pernah mengatakan bahwa itu terkait pengiriman batu hitam ilegal,” ujar salah satu anggota LIN Bolmong Selatan.Alfian Hidoka dalam keterangan tertulisnya Jumat.30 Januari 2026.
Menurut keterangan dari humas Polres Kotamobagu pada tanggal 27 Januari 2026,Kasus ini berada di bawah tanggung jawab Polda Sulut, dimana barang bukti merupakan hasil tangkapan Tim Kriminal Khusus (Krimsus) institusi tersebut yang hanya dititip di Polres Kotamobagu.
Namun hingga sampai saat ini, Polda Sulut belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kondisi kasus dan status material yang dibawa truk.
LSM mengemukakan bahwa tanggung jawab pengawasan dan penegakan hukum pada kepolisian harus diwujudkan dengan transparansi agar masyarakat tidak ragu terhadap proses hukum.
“Semoga Ketidakjelasan kasus ini tidak menguatkan spekulasi bahwa ada sesuatu yang coba ditutupi.”tandas Alfian.
Pihak redaksi sendiri masih akan menghubungi humas Polda Sulut agar bisa memberikan penjelasan resmi terkait kasus tersebut.
Dan apakah ketidakjelasan ini menyembunyikan dugaan praktik tambang ilegal yang lebih luas di wilayah Bolmong Selatan? Tim redaksi masih melakukan investigasi untuk mengumpulkan informasi di lapangan .














