Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Doa Lo’lipu sendiri merupakan tradisi kearifan lokal yang sarat makna, sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan agar desa dijauhkan dari segala marabahaya dan diberikan keberkahan.
Dalam sambutannya, Iskandar Monoarfa menyampaikan bahwa pelaksanaan doa Lo’lipu bukan sekadar ritual adat, melainkan juga momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.
“Melalui doa Lo’lipu ini, kita memohon perlindungan dan keselamatan bagi seluruh warga Desa Hutamoputi. Ini juga menjadi pengingat agar kita terus menjaga persatuan dan saling peduli,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya melestarikan tradisi leluhur sebagai bagian dari identitas budaya yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Suasana penuh kekhusyukan terlihat saat seluruh peserta larut dalam doa yang dipimpin oleh tokoh agama. Kegiatan ini pun diharapkan mampu membawa dampak positif, tidak hanya secara spiritual, tetapi juga dalam mempererat hubungan sosial antarwarga.
Dengan digelarnya doa Lo’lipu ini, Pemerintah Desa Hutamoputi menunjukkan komitmennya dalam menjaga nilai-nilai adat dan budaya, sekaligus membangun keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.













