Example floating
Example floating
News AnaliysisTimur tengah

Israel vs Iran Dikaitkan dengan Nubuat Kitab Yahudi, Benarkah “Janji Tuhan”? Ini Kata Para Ahli

166
×

Israel vs Iran Dikaitkan dengan Nubuat Kitab Yahudi, Benarkah “Janji Tuhan”? Ini Kata Para Ahli

Sebarkan artikel ini

“Konflik Israel–Iran saat ini lebih tepat dipahami sebagai persoalan geopolitik, bukan realisasi nubuat keagamaan.”

Jakarta,28 Maret 2026 – Konflik antara Israel dan Iran kembali memunculkan narasi lama: apakah perang tersebut merupakan bagian dari “janji Tuhan” dalam kitab Yahudi?

Isu ini banyak beredar di media sosial dan ruang publik, terutama dengan mengaitkan teks dalam Kitab Yehezkiel dan Kitab Yeremia yang menyebut Persia—wilayah yang kini dikenal sebagai Iran.

Namun para ahli menegaskan, tafsir tersebut tidak bisa dipahami secara literal.

Ahli Internasional: Nubuat Tidak Ditujukan ke Konflik Modern

Pengajar studi Alkitab dari Hebrew University of Jerusalem, Prof. Yonatan Adler, menyatakan bahwa teks kenabian dalam tradisi Yahudi tidak ditulis untuk memprediksi negara modern.

Artikel Terkait :  Lebaran di Tengah Dentuman Senjata: Perang Iran–Israel Belum Mereda

“Nubuat dalam kitab suci bersifat simbolik dan kontekstual. Mengaitkannya langsung dengan konflik saat ini adalah pembacaan ulang dari perspektif modern,” jelasnya dalam kajian akademik.

Pandangan serupa disampaikan peneliti Timur Tengah dari University of Oxford, Dr. Michael Stephens.

“Konflik Israel–Iran saat ini lebih tepat dipahami sebagai persoalan geopolitik, bukan realisasi nubuat keagamaan,” ujarnya.

Pandangan Indonesia: Jangan Campur Tafsir dengan Fakta Politik

Di Indonesia, pandangan serupa juga disampaikan akademisi.
Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Prof. Yon Machmudi, menilai bahwa mengaitkan konflik modern dengan nubuat kitab suci harus dilakukan secara hati-hati.

Artikel Terkait :  Wilayatul Faqih dan Doktrin Kesyahidan dalam Sistem Negara Islam Iran

“Konflik Israel dan Iran lebih didorong oleh kepentingan politik, keamanan, dan pengaruh kawasan. Mengaitkannya dengan nubuat berpotensi menyesatkan jika tidak didasarkan pada kajian yang tepat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas, juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah mempercayai narasi yang belum jelas dasar ilmiahnya.

“Isu-isu seperti ini harus dilihat secara rasional dan tidak langsung dikaitkan dengan janji Tuhan tanpa dasar yang kuat,” tegasnya.

Tidak Ada Kesepakatan dalam Tradisi Yahudi Dalam tradisi Yahudi sendiri, tidak ada kesepakatan bahwa konflik modern adalah bagian dari nubuat yang sedang terjadi.

Sebagian kelompok religius memang mengaitkannya dengan konsep “akhir zaman”, namun banyak pula yang menolak tafsir tersebut karena:
teks bersifat simbolik konteksnya adalah masa kuno tidak menyebut negara modern secara spesifik .

Artikel Terkait :  Pulau Kharg: Dari Pelabuhan Minyak Jadi "Perisai Pertahanan" Iran di Tengah Ancaman Perang AS

Kesimpulan mengaitkan konflik Israel–Iran dengan “janji Tuhan” dalam kitab Yahudi bukanlah fakta yang disepakati, melainkan interpretasi sebagian pihak.
Para ahli menegaskan:

-Tidak ada nubuat spesifik tentang konflik modern
-tafsir bersifat subjektif
-konflik saat ini lebih dipengaruhi faktor geopolitik.

Di tengah derasnya informasi, publik diingatkan untuk tidak mencampur antara tafsir keagamaan dan realitas politik.

Sebab dalam banyak kasus,
yang terlihat sebagai “nubuat” sering kali adalah cara manusia memahami peristiwa—bukan peristiwa itu sendiri.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *