Koordinat.co,Kab.Pohuwato – Ancaman Kapolres Pohuwato yang akan menutup seluruh pertambangan ilegal pasca banjir bandang yang menghantam beberapa wilayah sepertinya tidak dianggap serius
Dibeberapa wilayah di kec.Dengilo terpantau masih tetap melakukan kegiatan pertambangan seperti biasanya.
Seperti yang ada di Desa Karya baru ,sejumlah alat berat jenis eksavator terlihat hilir mudik melakukan pengerukan material.
Menurut pengakuan penambang sekitar,Lokasi itu milik salah satu masyarakat Karya Baru yang diduga didanai oleh seorang oknum pengusaha asal makasar
Hal itu tersebut memicu berbagai spekulasi terkait komitmen pencegahan bencana yang dianggap tak serius.
Oleh beberapa pelaku usaha ,komitmen untuk pencegahan bencana yang lebih luas butuh kesadaran dan tanggung jawab bersama,namun harus secara adil dan proposional.
“Sebagai sesama penambang kita akan ikut aturan untuk kebaikan bersama.namun sangat tidak adil jika aturan hanya berlaku untuk kelompok tertentu,”keluh salah seorang penambang Ahmad Saleh, Minggu.(4/01/2026).
Dirinya menilai bahwa Penegakan hukum yang tidak dilakukan secara adil dan proposional berpotensi membuat konflik baru diantara para penambang.
“Sangat tidak manusiawi,bukan hanya mereka yang butuh makan,ada ratusan masyarakat yang hidupnya bergantung dari usaha pertambangan tersebut.ini hanya memicu kecemburuan sosial diantara para penambang.
Sebelumnya,Kapolres Pohuwato AKBP Busroni dalam konfrensi persnya menegaskan akan melakukan penertiban dan penegakan hukum terhadap seluruh usaha pertambangan yang tak berijin di Kab.Pohuwato.


















